TIGA DAYA ENTREPRENEUR


TIGA DAYA ENTERPRENEUR
Oleh : Pin Bakhtiar MT,MM,CPM

Pengertian wirausaha lebih lengkap dinyatakan oleh (Schumpeter dalam Alma, 2011)  entrepreneur as the person who destroys the existing economic order by introducing new products and services, by creating new forms of organizations, or by exploiting new raw material. (Seorang wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru). Orang tersebut melakukan kegiatan melalui organisasi bisnis yang baru ataupun bisa pula dilakukan dalam organisasi bisnis yang sudah ada, maka dari itu seorang wirausaha dapat melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
1.     Konsep Kewirausahaan (Entrepreneurial)
Kewirausahaan adalah mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Druker dalam Novian (2012) menjelaskan bahwa wirausaha (entrepreneur) yaitu sifat, watak,  dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya. Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya (Amin, 2008). ).
Seseorang wirausahawan selalu diharuskan mengharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan inovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Selain itu seorang wirausahawan menjalankan peran manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada oprasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi menejerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaan, jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional. Orang yang melakukan kegitan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seseorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Secara etimologis, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan mahal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Sedangkan secara epistimologi, kewirausahaan adalah nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha atau proses dalam mengerjakan suatu yang baru dan sesuatu yang berbeda.

1. Jiwa kewirausahaan pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kereatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan, pembauran, kemajuan dan tantangan, misalnya birokrat, mahasiswa, dosen, dan masyarakat lainnya. Adapun hakekat kewirausahaan, menurut beberapa ahli sebagai berikut:Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat meberi nila lebih (Suryana dalam Novian, (2012).
2. Seorang adalah seseorang yang mampu memanfaatkan peluang Drucker dalam Alma (2011).
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer dalam Kasmir, 2010)
4. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen Suryana dalam Novian (2012).
              Berdasarkan konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumberdaya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seseorang individu mungkin menunjukan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.
2.       Strategi
Strategi suatu perusahaan di dalam pencapain tujuanya ataupun di dalam usaha merebut peluang pasar memerlukan suatu setrategi. Strategi memilik banyak definisi, untuk memperjelas defenisi strategi sebagian orang mencoba membedaakan antara strategi dan taktik, yaitu strategi sebagai cara-cara untuk mencapai tujuan jangka panjang, sedangkan cara-cara untuk mencapain tujuan jangka pendek disebut taktik. Strategi adalah hal sehubungan dengan menetapkan arah bagi perusahaan dalam arti sumber daya yang ada dalam perusahaan serta bagaimana mengidentifikasi kondisi yang  memberikan keuntungan terbaik untuk membantu memenangkan persaingna di pasar. Strategi akan meliputi tujuan jangka panjang serta sumber keunggulan yang merupakan pengembanagan pemahaman yang dalam tentang pemilihan  pasar dalam pelanggan oleh perusahaan yang juga menunjukkan kepada cara terbaik untuk berkompetisi dengan pesaing di dalam pasar. Secara ringkas strategi adalah sebuah kombinasi akhir yang ingin dicapai perusahaan serta bagaimana untuk mencapai tujuan akhir (Dirgantoro dalam Aminudhin, 2012).




2.1 Konsep Manajemen Strategi  
              Manajemen strategi merupakan serangkaina keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manejemen puncak diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi Siagian dalam Aminudhin, 2012) manajemen strategis membicarakan hubungan antar organisasi dengan lingkungan, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Bahkan manajemen strategis dapat mejadi petunjuk bagi para eksekutif dalam mencoba mempengaruhi dan mengendalikan lingkungan untuk tidak sekedar memberikan reaksi terhadapnya, sehingga organsisasi tetap mampu mengendalikan arah perjalannya menuju sasaran yang dikehendaki (Salusa dalam Aminudhin, 2012)
              Konsep Manjemen strategik merupakan sebuah model yang biasanya diterapkan pada organisasi swasta, dalam upaya mewujudkan misi/tujuan organisasi. Dengan pendekatan manajemen strategis diharapkan harus  kebijaksanaan dan berbagai keputusan serta tindakan yang akan dilaksanakan dalam suatu organisasi akan selalu berorientrasi pada upaya pengembangan suatu strategis yang telah diformulasikan sebelumnya dengan mempelajari dan melihat perkembangan kondisi lingkungan internal dan eksternal, tuntutan masyarakat, proses perubahan lingkungan yang tidak dapat diperkirakan dari organisasi dimaksud dengan pendekatan terpadu sehingga baik individu, tujuan kelompok maupun tujuan organsisasi secara keselurahan dapat tercapai.
Penerapan model manajemen strategis pada organsisasi dilakukan dalam suapaya melakukan respondan penyesuain terhadap perubahan yang terjadi pada lingkunan organisasi baik lingkungan eksternal maupun lingkunagn internal dalam rangka mencapai misi/tujuan  sebuah organsisasi. Sebuah semestinya sebuah perusahan/organisasi dilihat sebagai system sosia yang tidak perlu hanya untuk bertahan hidut tetapi juga harus mampu untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemajuan zaman atau tuntutan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, dorongan menunjukan perkembangan organisasi secara optoimal merupakan langkah yang sangat penting dalam suatu organisasi/ perusahaan. Salah satu usaha penting untuk mendorong perkembangan tersebut adalah peningkatan kinerja  organisasi secara terencana melalui upaya perubahan yang dikenal sebagai manajemen startegis. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan, (Siagian daalam Aminudin, 2012) bahwa manajemen strategis dimaksudkan agar organisasi/perusahan menjadi satuan yang mampu menampilkan kinerja tinggi karena organisasi yang berhasil adalah organissi yang tingkat efektivitas dan produktivitasnya semakin tinggi.  
Manajemen strategis merupakan suatu proses yang dinamik karena ia berlangsung secara terus menerus dalam suatu perusahan. Setiap strategi memerlukan peninjauan ulang dan bahkan perubahan di masa depan. Salah satu alasan utama mengapa demikian adalah karena kondisi yang dihadapi oleh suatu perusahaan, baik yang sifatnya internal maupun eksternal selalu berubah-ubah. Menurut Susanto (2005),
implemetasi  dari manajemen strategi diharapakan member manfaat bagi organisasi/perusahaan diantaranya:
a. Menyatukan misi, tujuan dan sasaran karena strategi mempunyai fingsi integrating.
b. Menyiapkan organisasi untuk berpendapat dengan perubahan lingkuangan dengan pegangan visi, misi dengan demikain akan beradaptasi cepat dengan lingkungan dinamis dan berintegrasi dengan komponen lainnya.

c. Membantu mengatasi isu-isu yang dihadapi oleh perusahaan. Manajemen strategi merupakan suatu seni dan ilmu dari pembuatan, penerapan dan evaluasi kepurusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi yang memungkinkan organissi mencapai tujuan-tujuan masa yang akan datang (Wahyudi, 1996).  
2.3 Daya Saing (Competitive Advantege)
Peluang yang terbuaka untuk mengembangkan usaha dalam prekonomian yang makin terbuka dan terintegrasi dengan ekonomi dunia hanya bisa dimanfaatkan kalau dunia usaha kita memiliki daya saing. Daya saing dihasilkan oleh produktivitas dan efisiensi serta partisipasi masyarakat yang seluas-luasnya dalam prekonomian. Produktifitas menyangkut kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi, dan pengelolan sumber daya alam secara tepat yang menjamin bukan hanya perekonomian tetapi juga kesinambungannya. Efesiensi berarti sedikitnya hambatan dan berfungsinya dengan baik ekonomi sehingga mendorong biaya-biaya produksi menjadi serendah mungkin.

Comments

Popular posts from this blog

DIGITAL ENTREPRENEUR

komitmen