laporan kewirausahaan
KOMITMEN
Komitmen adalah bentuk dedikasi atau
kewajiban yang mengikat seseorang kepada orang lain, hal tertentu, atau
tindakan tertentu. Komitmen dapat dilakukan dengan sukarela atau terpaksa,
tergantung situasi masing-masing. Beberapa orang berkomitmen pada sesuatu
karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan. Beberapa orang lainnya
berkomitmen karena merasa takut kehilangan ketika tidak menjalani komitmen
tersebut. Yang lainnya mungkin berkomitmen karena merasa memiliki tanggung
jawab untuk melakukannya. Pada kenyataannya, komitmen lebih
mudah untuk diucapkan daripada dilaksanakan. Melaksanakan komitmen merupakan
bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dengan memahami
pengertian komitmen ini, diharapkan tumbuh rasa percaya diri atau sebuah
semangat menuju perubahan yang lebih baik.
Beberapa Contoh Komitmen dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Komitmen Untuk Diri Sendiri Komitmen
yang didasari oleh keinginan pribadi untuk hal yang lebih baik. Misalnya
berkomitmen untuk berhemat ketika mau beli barang tertentu. Memegang komitmen
olahraga tiap hari agar sehat. Berkomitmen pada dietnya agar badan tetap
langsing atau berbagai hal yang dilandasi oleh keinginan diri sendiri.
2. Komitmen pada keluarga Salah satu
contoh komitmen pada keluarga adalah motivasi berhemat atau kerja keras agar
memiliki hidup yang lebih baik. Berbeda dengan komitmen untuk diri sendiri,
komitmen pada keluarga tidak hanya mementingkan diri sendiri tetapi mencakup tanggung
jawab terhadap keluarga.
3. Komitmen Kerja Dalam buku
berjudul “Human Resource Management Review” yang ditulis oleh John Meyer dan
Natalie Allen pada tahun 1991 menyatakan tiga model komitmen kerja seseorang
untuk perusahaannya. Ketiga jenis komitmen kerja tersebut adalah: Cinta Terhadap Pekerjaan (Affective
Commitment) Takut Kehilangan (Continuance
Commitment) Memiliki
Rasa Kewajiban (Normative Commitment)
4. Komitmen dalam Hubungan Memahami
pengertian komitmen juga berguna untuk mempertahankan suatu hubungan, baik
untuk hubungan pernikahan maupun pacaran.
Orang yang sedang dalam masa pacaran akan selalu menjaga komitmen dalam
berpacaran agar tidak putus.
5. Komitmen terhadap lingkungan Orang yang
peduli terhadap lingkungan biasanya memahami pengertian komitmen, karena
kelompok pecinta alam telah menanamkan tanggung jawab yang besa untuk terus
menjaga lingkungan pada diri mereka. Motif komitmennya bisa komitmen afektif
maupun komitmen normatif, bahkan bisa dilengkapi dengan Continuance Commitment.
Istilah komitmen banyak digunakan
dalam berbagai bidang, mulai dari bidang organisasi, dunia kerja, hubungan
manusia, dan lain-lain. Agar lebih memahami apa pengertian komitmen, maka kita dapat
merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:
1. Steers dan Porter Menurut Steers dan Porter (1983), arti komitmen adalah suatu keadaan
dimana individu menjadi terikat oleh tindakannya sehingga akan menimbulkan
keyakinan yang menunjang aktivitas dan keterlibatannya.
2. Welsch dan La Van Menurut Welsch dan La Van (2001), pengertian komitmen adalah adalah
sebuah dimensi perilaku yang penting dan dapat digunakan untuk menilai
keterikatan karyawan pada perusahaan.
3. Greenberg Menurut Greenberg (2005), arti komitmen adalah kesediaan seorang
karyawan untuk memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya
serta berniat untuk memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut.
4. Sri Kuntjoro Menurut Sri Kuntjoro, arti komitmen organisasi adalah rasa identifikasi,
keterlibatan, dan loyalitas yang dinyatakan oleh seseorang terhadap
organisasinya.
5. Griffin Menurut Griffin, pengertian komitmen organisasi adalah suatu sikap yang
menunjukkan sampai sejauh mana seseorang mengenal dan mau terikat dengan
organisasinya. Jika seorang anggota memiliki komitmen yang tinggi, maka ia akan
melihat dirinya sebagai anggota organisasi yang sejati.
Ciri-Ciri Komitmen Komitmen di dalam diri seseorang timbul karena adanya rasa tanggung jawab terhadap sesuatu. Sebagian
orang berkomitmen karena menyukai yang dilakukannya, sedangkan sebagian orang
lainnya berkomitmen karena adanya perasaan takut kehilangan sesuatu jika tidak
menjalankan komitmennya. Adapun ciri-ciri komitmen adalah sebagai berikut:
1.
Adanya perjanjian yang disepakati,
baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.
2.
Terdapat tujuan atau goal tertentu
yang ingin dicapai setelah melaksanakan komitmen.
3.
Semua pihak yang terlibat dalam suatu
komitmen harus bertanggungjawab dengan isi perjanjian.
4.
Adanya kesetiaan (loyalitas) dari
semua pihak terhadap tujuan yang ingin dicapai.
5.
Adapun beberapa contoh bentuk komitmen adalah sebagai
berikut:
1. Komitmen Terhadap Diri Sendiri Ini adalah bentuk komitmen yang berlandaskan adanya
keinginan dari diri sendiri untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Misalnya,
seseorang berkomitmen untuk melakukan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi
makanan sehat dan berolah raga. Hasil akhir yang ingin dicapai dari komitmen
ini adalah tubuh yang lebih sehat dan berat badan yang ideal.
2. Komitmen Terhadap Keluarga Ini adalah bentuk komitmen yang berasal dari diri
seseorang terhadap keluarganya. Artinya, seseorang tidak hanya mementingkan
dirinya tapi juga bertanggungjawab terhadap keluarganya. Misalnya seseorang
suami yang berkomitmen pada keluarganya untuk memberikan nafkah lahir dan
batin.
3. Komitmen dalam Bekerja Menurut John Meyer dan Natalie Allen dalam buku
berjudul “Human Resource Management
Review”, ada tiga model komitmen kerja seseorang terhadap perusahaan
tempatnya bekerja.
· Cinta terhadap pekerjaan (Affective
Commitment)
· Takut kehilangan pekerjaan (Continuance
Commitment)
· Adanya rasa kewajiban (Normative
Commitment)
Comments
Post a Comment